Purworejo Menjadi Percontohan Pemasangan Papan Ancaman Pelanggaran Tata Ruang

Purworejo Menjadi Percontohan Pemasangan Papan Ancaman Pelanggaran Tata Ruang

Setelah pada masalima tahun sebelumnya penataan ruang di daerah ada pada masa pengaturan berupapenetapan peraturan daerah, saat ini penataan ruang di daerah telah masuk padaera penertiban. Hal ini disampaikan oleh Ir. Maman Kardiat, MA. selaku DirekturPenertiban dan Penguasaan Tanah yang hadir pada acara pemasangan plang ancamanpelanggaran tata ruang di Kabupaten Purworejo baru-baru ini. Ditambahkannyabahwa dengan demikian pada saat ini Pemerintah Daerah harus melangkah padakegiatan-kegiatan pengawasan baik secara teknis maupun khusus hinggaupaya-upaya penertiban di lapangan dengan pemberian sanksi, baik yang bersifatadministratif hingga pidana atas pelanggaran tata ruang yang terjadi dilapangan.

Pemasangan plangancaman di Kabupaten Purworejo pada kesempatan ini mengangkat kasus pembangunanStasiun Pompa Bulk Elpiji (SPBE) di Desa Popongan Banyuurip yang dibangun tanpaizin dengan mengalihkan fungsi lahan sawah produktif yang luasannya mendekati 1hektar dan berada di area layanan Daerah Irigasi Boro yang menjadi kewenanganPemerintah Pusat. Kasus SPBE di Popongan ini telah diangkat menjadi salah satuisu pelanggaran tata ruang di tingkat nasional sehingga dipilih menjadi salahsatu test case dalam penertibanpenataan ruang oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan PertanahanNasional bersama 2 Kabupaten lain di Jawa yaitu Kabupaten Tangerang Selatan danKabupaten Sleman.

Kasus yang pernahmemenangkan Pengadilan Tata Usaha Negara pada tingkat kedua tersebut karenapersamalahan sikap diam Bupati Purworejo dengan tidak menjawab permohonan izinyang pernah dilakukan penolakan sebelumnya karena tidak sesuai dengan PerdaRTRW tersebut, tetap menjadi bentuk pelanggaran tata ruang yang terjadi karenatelah nyata-nyata tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan danmengakibatkan perubahan funsgi ruang. Kasus semacam ini disampaikan olehDirektur Penertiban bahwa pada saat revisi RTRW tidak dapat diputihkan sehinggaakan tetap menjadi pelanggaran di lapangan yang harus ditertibkan.

Dalam aspekpenegakan Perda RTRW pada ranah sanksi administratif, Satuan Polisi PamongPraja telah

Adapun ancamanatas pelanggaran Undang-Undang yang tertera pada plang ancaman tersebut adalahancaman pelannggaran dari Undang-Undang 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang,Undang-Undang 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian PanganBerkelanjutan dan Peraturan Daerah Nomor 27 Tahun 2011 tentang Rencana TataRuang Wilayah Kabupaten Purworejo Tahun 2011-2031. Ketiga Undang-Undang tersebutmempunyai ancaman pidana kurungan dan denda yang cukup berat hingga tahunan danratusan juta sampai angka 1 miliar. Dengan demikian untuk penegakannya menjadikewenangan dari fungsi kepolisian yang kasusnya ditangani oleh Penyidik PegawaiNegeri Sipil (PPNS) maupun penyidik kepolisian.

Kepala BappedaKabupaten Purworejo Drs. Pram Prasetya Achmad, MM. selaku anggota BKPRD padakesempatan tersebut bahkan secara tegas menyampaikan bahwa Undang-UndangPenataan Ruang mempunyai konsekuensi hukum pada dua sisi, yaitu masyarakat danpemerintah/pemerintah daerah, dengan demikian pemerintah daerah yang tidaktegas dalam menegakkan rencana tata ruangnya dapat pula mendapat teguran dariPemerintahan di atasnya atas lemahnya penertiban terhadap pelanggaran tataruang di lapangan.

Acara pemasanganplang ancaman tersebut diselenggarakan bersamaan dengan sidang Badan KoordinasiPenataan Ruang Daerah Kabupaten Purworejo dan dibuka oleh Asisten II SekretarisDaerah Gandi Budi Santoso, S.Sos. selaku Ketua Harian BKPRD KabupatenPurworejo. Sekaligus pada kesempatan tersebut disampaikan pula hadiah juaralomba Karya Tulis Ilmiah untuk tingkat SMA/SMK dan mewarnai untuk tingkat TK/SDKelas I yang diselenggarakan dalam rangka peringatan hari Agraria dan TataRuang Nasional Tahun 2017. Penyelenggaraan lomba penataan ruang ini dimaksudkanuntuk menanamkan pemahaman kepada generasi muda sejak dini mengenai penataanruang sehingga pada masa-masa yang akan datang terbentuk generasi yang sadartata ruang.