Miris, Pemukiman Kumuh Justru Banyak di Kota Besar

Miris, Pemukiman Kumuh Justru Banyak di Kota Besar

Menurut Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, di kota-kota besar dan kota metropolitan seperti Jakarta, Palembang dan Surabaya justru masih banyak terdapat kawasan kumuh. "Tidak tahu kenapa permukiman kumuh muncul dan menyebar di kota-kota besar. Padahal di kota kecil seperti Boyolali malah jarang ditemui. Salah satu faktornya mungkin dampak dari urbanisasi. Arus masyarakat masyarakat yang datang ke kota lebih besar dan tidak seimbang dengan kecepatan pemerintah dengan menyiapkan infrastruktur yang layak dan fasilitas umum," jelas Djoko yang dikutip dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu), Senin (6/10/2014). Menurut Djoko, tingginya arus urbanisasi di kota besar dipicu karena perekonomian berpusat di kota, sehingga banyak yang mencari pekerjaan ke kota. Biasanya, titik-titik kumuh di kawasan kota-kota besar tersebut berada di belakang mal-mal, atau di belakang gedung–gedung besar. Kendati demikian, penanganan permukiman kumuh pun telah dilakukan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Medan, Palembang, Solo dan Surabaya. "Hasilnya cukup baik, ternyata kuncinya mengikutsertakan masyarakat dan stakeholder.Dari contoh penanganan permukiman kumuh tersebut, pemerintah hanya mengeluarkan dana sebesar 60 persen dan sisa 40 persen adalah masyarakat," katanya.